Minggu, 13 September 2009

Melelahkan JIwa....


Bernafas serasa berat membebani

Ku ingin bersandar sejenak…namun di mana

Tiada tempat aku berpaling

Tiada gubuk wahana aku melampiaskan amarahku

Walaupun aku bukan dengki…

Saat dinding kantor, kamar jalanan serasa semakin menyempit

Aku ingin sosokmu hadir buyarkan imaji yang terkungkung

Ahhhhh…..

Bukankah seorang yang mengantungkan seluruh kebahagiannya pada seseorang yg lain

Tidak lebih baik dari seorang pengemis yang mengais dan menangis demi makannya tiap hari??

Ah……

Kemana logika saat aku jatuh dalam jaring jaring kenikmatanmu

Walaupun hanya suara….seakan aku kehilangan dunia saat sesaat tanpanya

Kugurat dan kugores semua dinding hayalku dengan aksara aksara yang membentuk namamu….

Sial…….sekali hanya puing puing harap yang tak mampu berharap