Bernafas serasa berat membebani
Ku ingin bersandar sejenak…namun di mana
Tiada tempat aku berpaling
Tiada gubuk wahana aku melampiaskan amarahku
Walaupun aku bukan dengki…
Saat dinding kantor, kamar jalanan serasa semakin menyempit
Aku ingin sosokmu hadir buyarkan imaji yang terkungkung
Ahhhhh…..
Bukankah seorang yang mengantungkan seluruh kebahagiannya pada seseorang yg lain
Tidak lebih baik dari seorang pengemis yang mengais dan menangis demi makannya tiap hari??
Ah……
Kemana logika saat aku jatuh dalam jaring jaring kenikmatanmu
Walaupun hanya suara….seakan aku kehilangan dunia saat sesaat tanpanya
Kugurat dan kugores semua dinding hayalku dengan aksara aksara yang membentuk namamu….
Sial…….sekali hanya puing puing harap yang tak mampu berharap